Jakarta – Ketegangan di Timur Tengah memasuki fase baru, dengan Abbas Araqchi menyoroti dampak konflik yang meluas ke isu kemanusiaan dan stabilitas global, bukan sekadar konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Israel.
Dalam percakapan dengan Badr Abdelatty, Iran mendorong respons internasional yang lebih tegas sekaligus memperkuat jalur diplomasi. Araqchi menegaskan bahwa serangan yang menyasar fasilitas vital hingga wilayah sipil telah melampaui batas hukum internasional.
“Serangan terhadap infrastruktur industri, fasilitas nuklir, dan wilayah sipil merupakan kejahatan perang yang nyata dan tidak dapat dibenarkan,” ujar Araqchi, Senin (6/4/2026).
Ia juga memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi memicu dampak yang lebih luas. “Tindakan ini akan membawa konsekuensi serius, tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi kemanusiaan secara global,” tambahnya.
Di sisi lain, Abdelatty menekankan pentingnya pendekatan diplomatik untuk meredakan konflik. “Upaya diplomasi harus terus dilanjutkan dengan memanfaatkan saluran yang tersedia guna mengakhiri eskalasi,” ujarnya.
Situasi memanas sejak tewasnya Ali Khamenei pada akhir Februari, yang memicu rangkaian serangan dan balasan militer. Iran kini juga mengajak negara-negara kawasan untuk tidak terlibat dalam konflik serta menjaga stabilitas regional.
Pengamat menilai, tanpa langkah konkret dari komunitas internasional, konflik ini berisiko berkembang menjadi krisis multidimensi yang berdampak pada keamanan global, lingkungan, hingga pasokan energi dunia.
