Jakarta – Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan partainya akan terus berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan usai Rakernas I PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Zulhas secara terbuka menyebut hubungan politik PAN dan Gerindra bukan sekadar koalisi biasa, melainkan “koalisi sepanjang masa” yang telah teruji dalam tiga kali dukungan terhadap Prabowo Subianto di ajang Pilpres.
“Kenapa cuma tiga yang diundang? Karena ini sudah koalisi sepanjang masa. Sudah tiga kali kita bersama, jadi koalisi ini berkelanjutan,” ujar Zulhas.
Dalam forum tersebut, PAN hanya mengundang segelintir tokoh eksternal, yakni Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Selebihnya, agenda didominasi kader internal PAN.
Zulhas menegaskan, PAN akan tetap berdiri bersama pemerintahan Prabowo, termasuk mengawal program strategis seperti swasembada pangan, hilirisasi industri, hingga kemandirian energi.
“Kami akan terus bersama Presiden, dalam suka dan duka, memastikan program pro rakyat berjalan dan sukses,” tegasnya.
Sementara itu, Dasco mengamini pernyataan tersebut dan menyebut hubungan PAN-Gerindra telah terbukti solid dalam mendukung agenda pemerintahan.
“Kami berharap koalisi ini langgeng dan terus berjalan. PAN juga sudah membuktikan komitmennya dalam mendukung program Presiden ke depan,” ujar Dasco.
Namun, pernyataan “koalisi sepanjang masa” ini memunculkan kritik tersirat soal potensi menyempitnya ruang oposisi dalam demokrasi. Konsolidasi kekuatan politik yang terlalu dominan dinilai berisiko melemahkan fungsi kontrol terhadap pemerintah.
Di tengah ambisi mempercepat program strategis nasional, publik kini menanti apakah soliditas koalisi ini benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, atau justru menguatkan dominasi kekuasaan tanpa penyeimbang yang memadai.
