Iran – Pemerintah Iran untuk pertama kalinya lebih dulu mengumumkan tewasnya pejabat intelijen senior sebelum klaim dari pihak lawan muncul, menandai perubahan pola komunikasi di tengah meningkatnya konflik regional.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan Kepala Intelijennya, Majid Khademi, tewas dalam serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Pengumuman ini berbeda dari biasanya, di mana Iran kerap menunggu konfirmasi atau klaim dari pihak lawan.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bersama Israel Defense Forces menyatakan bertanggung jawab atas operasi tersebut. IDF menyebut kematian Khademi sebagai “pukulan berat” bagi struktur intelijen IRGC.
Khademi diketahui baru menjabat selama empat hari, menggantikan Mohammad Kazemi yang juga tewas dalam serangan Israel pada Juni 2025, saat konflik Iran–Israel memanas.
Peristiwa ini memperpanjang daftar pejabat kunci IRGC yang menjadi target serangan, sekaligus menunjukkan intensitas operasi intelijen dan militer yang semakin meningkat di kawasan.
Sebelumnya, Khademi juga dikenal vokal menuding keterlibatan Donald Trump dan sejumlah badan intelijen asing dalam gelombang protes di Iran awal tahun ini.
