Skip to content
Senin 11 Mei 2026

Hoaks Picu Kerusuhan di Halmahera Tengah, Polisi Kerahkan Brimob dan TNI

Redaksi Sindo Nasional April 6, 2026

Halmahera – Bentrok antarwarga dua desa di Kecamatan Patani, Halmahera Tengah, Maluku Utara, mengungkap lemahnya kontrol informasi di tingkat akar rumput setelah konflik dipicu kabar yang belum terverifikasi.

Kapolres Halmahera Tengah, Fiat Dedawanto, menyatakan bentrokan yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) seharusnya bisa dicegah jika informasi yang beredar tidak langsung dipercaya tanpa klarifikasi.

“Warga terbawa suasana dan termakan informasi yang belum pasti sehingga timbul kemarahan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).

Bentrok melibatkan dua kelompok warga dari desa berbeda yang saling serang menggunakan senjata tajam seperti parang, tombak, hingga senapan angin. Konflik berlangsung sejak pagi dan memuncak pada siang hari, membuat aparat kesulitan mengendalikan situasi.

Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI, termasuk dari Kodim 1512/Weda, dikerahkan untuk membubarkan massa. Bahkan, Polda Maluku Utara turut menurunkan personel Brimob dan Sabhara guna meredam eskalasi.

Kerusuhan tidak hanya memicu korban luka, tetapi juga berujung pada pembakaran rumah warga di Desa Sebenpopo. Sejumlah warga terpaksa mengungsi demi menghindari kekerasan yang meluas.

Polisi mengungkap, pemicu awal konflik berasal dari penemuan jasad seorang warga lanjut usia bernama Ali Abas (65) di kebunnya sehari sebelumnya. Informasi yang belum jelas terkait penyebab kematian tersebut menyebar cepat dan memicu kemarahan warga.

Meski situasi kini berangsur terkendali, insiden ini menjadi peringatan serius atas bahaya disinformasi yang dapat memicu konflik horizontal. Aparat menegaskan pentingnya verifikasi informasi dan menahan diri guna mencegah kejadian serupa terulang

Share: