sindonasional.com – Di tengah derasnya isu politik yang menyeret nama Saiful Mujani dan Jusuf Kalla, organisasi Nawasena Indonesia Emas menilai stabilitas nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tetap terjaga.
Ketua Umum Nawasena, Giuseppe Kapoyos, menyebut dinamika yang berkembang lebih merupakan “perang narasi” di ruang publik, bukan ancaman nyata terhadap pemerintahan.
Sekretaris Jenderal Nawasena, Andy Tanu, menegaskan pemerintah berada dalam posisi terkendali menghadapi berbagai spekulasi politik, termasuk isu sensitif seperti tuduhan makar dan penggulingan kekuasaan.
“Isu serius harus dikembalikan ke jalur hukum, elite perlu disiplin dalam komunikasi, dan masyarakat harus cerdas menyaring informasi,” ujar Andy, Kamis (16/4/2026).
Ia juga menyoroti langkah geopolitik Presiden Prabowo yang dinilai pragmatis, termasuk membuka jalur komunikasi ke Rusia sebagai upaya menjaga kepentingan nasional di tengah ketegangan global.
Menurut Nawasena, tantangan utama saat ini bukan hanya stabilitas politik, tetapi kesehatan ruang publik yang dipenuhi arus informasi dan spekulasi. Mereka mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi.
“Indonesia tidak sedang goyah, melainkan sedang melalui fase konsolidasi. Stabilitas akan sangat ditentukan oleh kedewasaan publik dalam merespons informasi,” kata Andy.
Nawasena pun mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan tetap rasional di tengah dinamika politik, seraya menilai ujian ini justru menjadi momentum menguatkan fondasi demokrasi nasional.
