Skip to content
Senin 11 Mei 2026

Profil Samin Tan: Dari “Penyelamat” Grup Bakrie ke Sorotan Kasus Tambang

Redaksi Sindo Nasional Maret 29, 2026

Jakarta – Nama Samin Tan kembali menjadi perhatian publik, bukan hanya karena status hukumnya saat ini, tetapi juga rekam jejak bisnisnya di sektor energi yang penuh kontroversi.

Berdasarkan data Forbes, Samin Tan pernah masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan mencapai sekitar US$ 940 juta. Ia dikenal sebagai tokoh di balik Borneo Lumbung Energy, perusahaan yang bergerak di sektor batu bara.

Namanya mencuat ketika terlibat dalam penyelamatan saham Bumi Plc, yang saat itu dilanda konflik kepemilikan antara Grup Bakrie dan investor asal Amerika Serikat, Nathaniel Rothschild. Langkah tersebut sempat dipandang sebagai manuver strategis yang mengangkat posisinya di industri tambang.

Namun di balik ekspansi bisnis tersebut, muncul catatan kritis terkait transparansi dan tata kelola perusahaan. Salah satunya terkait minimnya publikasi laporan keuangan lengkap, termasuk laporan tahunan yang sempat tidak dirilis secara terbuka.

Aktivitas perusahaan juga berfokus pada proyek tambang batu bara di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Blok Telakon yang merupakan bagian dari konsesi PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT). Area ini menjadi salah satu titik penting dalam bisnisnya, sekaligus kini masuk dalam sorotan hukum.

Perjalanan Samin Tan mencerminkan dinamika besar sektor tambang Indonesia—di satu sisi menawarkan peluang ekonomi besar, namun di sisi lain menyimpan risiko tata kelola dan konflik kepentingan.

Kasus yang kini menyeret namanya mempertegas bahwa praktik bisnis di sektor sumber daya alam tidak hanya soal ekspansi dan investasi, tetapi juga akuntabilitas. Publik pun menunggu sejauh mana proses hukum dapat menguji rekam jejak panjang seorang pengusaha yang pernah berada di lingkar elite industri tambang nasional.

Share: