sindonasional.com – Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah kini ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi, bukan sekadar banyaknya rapat koordinasi.
Hal itu disampaikan Iqbal dalam Rapat Koordinasi Mitra Strategis di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Ia menyoroti masih kuatnya fragmentasi kebijakan yang membuat program berjalan tanpa keterhubungan yang jelas. “Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak rapat, tetapi pada seberapa besar dampak yang dihasilkan,” ujarnya.
Iqbal juga mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menghapus ego sektoral, membangun sistem pemerintahan yang saling terhubung (seamless), serta mendorong reformasi birokrasi yang berdampak nyata.
Menurutnya, pendekatan pembangunan ke depan harus berbasis kawasan dan ekosistem. DPD RI telah memulai sejumlah inisiatif kolaboratif, seperti program penanaman jagung serentak dan pengembangan Green Village bersama kementerian terkait.
“Ini bukan menambah birokrasi, tapi justru menyederhanakan koordinasi agar keputusan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Iqbal.
Dukungan terhadap kolaborasi ini juga datang dari Perum Bulog. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya siap memperkuat program DPD RI yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui bantuan pangan di daerah.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan BUMN sebagai mitra strategis. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan untuk mempercepat pembangunan di daerah.
Dengan penekanan pada kolaborasi dan eksekusi, DPD RI mendorong perubahan pola kerja lintas institusi agar lebih efektif, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
