Lampung – Fenomena benda terbang bercahaya yang terlihat di langit Lampung Timur pada Sabtu malam (4/4) diduga berasal dari sampah antariksa roket China CZ-3B R/B, bukan komet maupun benda asing berbahaya.
Kepala Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), Annisa Novia Indra Putri, menyebut dugaan tersebut berdasarkan pola gerakan objek yang terpecah saat melintas di atmosfer.
“Kalau dari analisis awal kemungkinan itu space debris dari roket China CZ-3B R/B, terlihat dari gerakan dan pecahannya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Fenomena ini sempat terlihat di kawasan Taman Nasional Way Kambas hingga sejumlah wilayah lain seperti Metro dan Way Jepara, disertai laporan suara ledakan dari warga.
Annisa memastikan kejadian tersebut tidak berkaitan dengan Komet C/2026 A1 (MAPS) yang posisinya saat itu berada dekat matahari sehingga sulit diamati dari bumi.
Ia juga menegaskan bahwa fenomena ini umumnya tidak berbahaya karena sebagian besar material akan terbakar saat memasuki atmosfer. “Biasanya tidak berbahaya karena yang tersisa hanya serpihan kecil,” jelasnya.
Hingga kini, pihak observatorium masih melakukan analisis lanjutan untuk memastikan ukuran dan jenis objek secara lebih rinci.
