Skip to content
Senin 11 Mei 2026

Dugaan Alih Fungsi Kali Ciputat di Bintaro Xchange Picu Ancaman Banjir

Redaksi Sindo Nasional April 22, 2026

sindonasional.com – Dugaan perubahan aliran Kali Ciputat di kawasan Bintaro Jaya Sektor 7, Pondok Aren, menjadi sorotan serius Panitia Khusus (Pansus) Raperda RTRW DPRD Kota Tangerang Selatan. Temuan ini mencuat bukan dari pembangunan mal semata, melainkan dari potensi dampaknya terhadap pola banjir di wilayah utara Pondok Aren.

Inspeksi lapangan yang dilakukan pada 21 April 2026 menemukan kondisi aliran sungai yang tidak lazim. Air terlihat menghitam, tenang, dan nyaris tanpa arus di titik yang berada di seberang Universitas Pembangunan Jaya dan sekitar Rumah Go’A. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa salah satu jalur alami Kali Ciputat tidak lagi berfungsi.

Ketua Pansus, Ahmad Syawqi, menyebut aliran sungai yang semestinya melintas ke arah kawasan Bintaro Jaya Xchange Mall justru berbelok menuju Stasiun Jurangmangu hingga ke wilayah Pondok Aren. Perubahan arah ini dinilai berpotensi mengganggu distribusi debit air, terutama saat curah hujan tinggi.

“Dampaknya sudah terasa, seperti di kawasan Maharta yang kerap banjir. Ini efek dari aliran Kali Ciputat yang tidak optimal,” ujar Syawqi, Rabu (22/4/2026).

Menurut dia, Kali Ciputat awalnya memiliki dua jalur aliran. Namun, satu jalur diduga mati akibat alih fungsi lahan sejak pembangunan kawasan komersial sekitar tahun 2011. Kondisi tersebut memperbesar beban aliran di jalur yang tersisa dan meningkatkan risiko limpasan air. Menindaklanjuti temuan ini, DPRD Tangsel telah memanggil pihak pengembang, PT Jaya Real Property Tbk, untuk memberikan klarifikasi dalam rapat dengar pendapat.

Pansus meminta dokumen terkait penyerahan aset, termasuk lahan pengganti seluas sekitar 35.000 meter persegi yang disebut menjadi bagian dari kesepakatan awal.

Namun hingga kini, dokumen tersebut belum diserahkan secara lengkap. Pansus masih menunda kesimpulan dan menjadwalkan pembahasan lanjutan sambil menunggu kelengkapan administrasi dari pihak pengembang.

Perwakilan manajemen JRP, Virona Pinem, menyatakan pihaknya akan bersikap kooperatif dan tengah mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan. “Kami siap mengikuti proses dan melengkapi semua yang diminta,” ujarnya singkat.

Kasus ini menambah daftar persoalan tata ruang di Tangerang Selatan, khususnya terkait keseimbangan antara pembangunan kawasan komersial dan keberlanjutan sistem drainase alami. DPRD menegaskan, kejelasan status aliran Kali Ciputat menjadi kunci untuk mencegah risiko banjir yang lebih luas di masa mendatang.

Share: