sindonasional.com – Insiden tendangan kungfu dalam laga EPA U-20 antara Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 menjadi sorotan serius di kalangan pelatih Liga 1. Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menilai kejadian tersebut sebagai peringatan keras bagi seluruh tim untuk meningkatkan kontrol emosi pemain.
Souza mengungkapkan, dirinya telah langsung membahas insiden itu bersama skuad Persija. Ia menegaskan bahwa ketidakmampuan mengendalikan emosi di lapangan justru merugikan tim, terutama dalam persaingan ketat kompetisi.
“Kalau pemain tidak bisa mengontrol emosi, tim sendiri yang dirugikan,” ujar Souza, Selasa (21/4/2026).
Ia juga mengakui Persija sempat kehilangan poin penting akibat kartu merah yang diterima pemain. Menurutnya, hal tersebut berdampak langsung terhadap posisi tim di klasemen.
Lebih lanjut, Souza menilai reaksi berlebihan terhadap keputusan wasit menjadi salah satu pemicu utama emosi pemain. Ia pun mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus pada permainan.
Menanggapi insiden di EPA U-20, Souza meminta adanya sanksi tegas bagi pelaku kekerasan. Ia menegaskan bahwa tindakan berbahaya tidak memiliki tempat dalam sepak bola karena berisiko mencederai pemain lain.
“Harus ada hukuman serius. Ini masalah besar dan tidak boleh terulang,” tegasnya.
