Skip to content
Senin 11 Mei 2026

AI Jadi Kunci Atasi Krisis Tenaga Medis dan Penumpukan Pasien di Indonesia

Redaksi Sindo Nasional Juli 23, 2025

Jakarta – Laporan terbaru Future Health Index (FHI) dari Royal Philips menyoroti risiko serius yang dihadapi sistem kesehatan Indonesia jika adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak segera dipercepat.

Di tengah tingginya kebutuhan layanan, Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis spesialis. Kondisi ini berdampak langsung pada pasien, di mana mayoritas harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan perawatan, bahkan berisiko mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan, mengingatkan bahwa tanpa pemanfaatan AI secara optimal, tekanan pada sistem kesehatan akan semakin berat.

“Tanpa adopsi AI yang bermakna, tenaga kesehatan memperkirakan akan terjadi penumpukan pasien yang semakin parah, hilangnya peluang intervensi dini, hingga meningkatnya tingkat kelelahan atau burnout,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).

Laporan tersebut juga mengungkap tantangan internal di fasilitas kesehatan, terutama beban administratif yang menyita waktu tenaga medis. Lebih dari separuh tenaga kesehatan mengaku kini menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan administratif dibanding melayani pasien secara langsung.

Meski demikian, tingkat optimisme terhadap AI di Indonesia tergolong tinggi. Mayoritas tenaga kesehatan dan pasien percaya teknologi ini mampu meningkatkan kualitas layanan, mulai dari mempercepat diagnosis hingga membuka peluang intervensi lebih dini.

Astri menegaskan, keberhasilan implementasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kepercayaan dan pendekatan yang berpusat pada manusia.

“Dengan transparansi, desain yang berempati, serta regulasi yang jelas, AI bisa membantu membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan inklusif,” katanya.

Temuan ini menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar inovasi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan di Indonesia di tengah tekanan yang terus meningkat.

Share: