Skip to content
Senin 11 Mei 2026

Ghost in The Cell Jadi Media Kritik Sosial, Joko Anwar Angkat Realitas “Absurd” Indonesia

Redaksi Sindo Nasional April 12, 2026

sindonasional.com – Film Ghost in The Cell karya sutradara Joko Anwar hadir sebagai tontonan horor-komedi yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyuarakan kritik sosial terhadap kondisi Indonesia saat ini.

Joko Anwar mengungkapkan, film ini berangkat dari kegelisahan melihat berbagai fenomena yang dinilai semakin “absurd”, mulai dari kasus besar seperti korupsi hingga respons masyarakat yang cenderung menganggapnya biasa. “Film ini lahir dari keresahan melihat banyak hal yang terasa makin absurd. Kami mencoba membungkusnya dengan cara yang tetap menghibur tapi juga mengajak berpikir,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Konsep tersebut diterjemahkan melalui metafora kuat, di mana penjara digambarkan sebagai negara dan para tahanan sebagai masyarakat yang terjebak dalam sistem. Kritik disampaikan lewat pendekatan satire dengan alur yang bergerak dinamis dari komedi ke horor hingga reflektif.

Salah satu pemeran, Abimana Aryasatya, menyebut film ini menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton. “Film ini bukan cuma soal cerita, tapi juga pengalaman emosional. Penonton diajak tertawa, tegang, sekaligus merenung,” katanya.

Dari sisi visual, Ghost in The Cell juga tampil unik dengan melibatkan ilustrator Indonesia berkiprah di tingkat internasional untuk merancang tiap adegan penting. Pendekatan ini menghadirkan nuansa visual yang berbeda sekaligus memperkuat atmosfer cerita.

Meski mengangkat kritik tajam, film ini tetap menyisipkan harapan dan tidak berujung pada keputusasaan. Ghost in The Cell dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.

Share: