Skip to content
Senin 11 Mei 2026

Geotheater Rancakalong Jadi Pusat Penguatan Budaya Sumedang di Era Modern

Redaksi Sindo Nasional April 5, 2026

Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menggenjot penguatan identitas daerah melalui pengembangan ekosistem budaya Kasumedangan yang digelar rutin di Geotheater Rancakalong. Program ini kini tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga strategi kultural menghadapi tantangan modernisasi.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Dony Ahmad Munir saat menghadiri Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol 18 pada Sabtu, 4 April 2026. Kehadiran orang nomor satu di Sumedang ini menunjukkan dukungan nyata pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya lokal.

Di hadapan masyarakat dan komunitas seni yang memadati area pertunjukan, Dony menyoroti pentingnya budaya sebagai fondasi pembangunan karakter masyarakat.

Ia menegaskan bahwa budaya harus ditempatkan sebagai kekuatan utama, bukan sekadar pelengkap pembangunan.
“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tapi energi hidup yang harus terus dirawat dan dikembangkan,” ujar Dony, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, pengembangan budaya harus berjalan dinamis dengan tetap menjaga akar tradisi. Ia mendorong lahirnya inovasi budaya baru tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang telah menjadi identitas masyarakat Sumedang.

Pendekatan ini dinilai penting di tengah arus globalisasi yang kerap menggerus budaya lokal. Melalui ekosistem budaya Kasumedangan, Pemkab Sumedang berupaya menciptakan ruang ekspresi sekaligus regenerasi bagi para seniman daerah.

Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan daerahnya.

Dengan konsistensi pelaksanaan yang sudah memasuki volume ke-18, ekosistem budaya Kasumedangan diharapkan mampu menjadi model pelestarian budaya berbasis komunitas yang berkelanjutan serta memperkuat jati diri Sumedang di tengah perubahan zaman.

Diteruskan Berita Terkait

Share: